Sunday, December 8, 2013

Cerpen Pilihan Hal Yang Berbeda

Hal yang Berbeda
oleh: Chikita Nawaristika

“Kita punya banyak sekali alasan untuk melanjutkan hidup, tapi di luar sana masih banyak orang yang punya alasan untuk berputus asa dan menyerah akan keadaan”

Cerpen Pilihan
Bagiku hidup adalah suatu hal yang harus kita jalani dengan apa adanya. Semua masalah yang datang itu untuk dihadapi, bukan untuk dihindari. Menghadapi semua masalah dengan otak dingin dan pemikiran yang terbaik adalah solusi yang paling tepat untuk dilakukan.

“Masalah terus ada karena kita masih hidup, jika kita mati, maka masalah itu akan menghilang dengan sendirinya” , kata-kata itu menjadi kata-kata yang biasa diucapkan oleh mereka yang berputus asa dalam menjalani hidup. Tapi tidakkah mereka mencoba berpikir kalau hidup ini begitu indah? Seindah pelangi seusai hujan yang berwarna-warni. Hidup ini kayak pelangi itu, berwarna-warni, tapi tetap punya satu nama ‘pelangi’. Kita bisa dalam posisi bahagia, sedih, terharu, terpukau, semangat, putus asa, dll. Tapi semua keadaan atau posisi itu tetap disebut ‘kehidupan’ yang harus kita jalani dengan apa adanya.

Masalah adalah ujian yang harus kita selesaikan dalam hidup. Jika kita mampu menyelesaikannya dengan penuh tanggung jawab dan dengan cara yang tepat, maka kita akan menjadi manusia yang sukses dalam menjalani hidup.

***
Aku adalah seorang gadis kecil yang sudah tau bahkan merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang anak dari keluarga yang berantakan alias ‘Broken Home’. Kedua orang tuaku telah memutuskan untuk berpisah sejak aku masih duduk dibangku kelas 6 SD. Awalnya hal itu cukup membuatku merasa dikucilkan oleh teman-teman dekatku. Teman-teman sekelasku gak ada yang mau dekat-dekat denganku, mereka terus-terusan mengolok-olokku.

“Hei, kamu gak punya ayah ya? Hahahaha, kasiian...”

Kata-kata itu masih jelas kuingat dalam otakku. Kenapa mereka melakukan itu kepadaku? Apa salahku? Aku hanyalah korban dari perceraian kedua orang tuaku. Kalau aku boleh memilih, aku pun nggak akan mau jadi anak ‘Broken Home’. Kalian pikir ini sesuatu yang asyik untuk ditertawakan? Ha? Ini hal yang buruk menurutku. Kalian gak akan tau bagaimana sulitnya jadi aku. Bagaimana sulitnya mencoba untuk tetap tegar dan menerima semua keadaan yang telah terjadi. Bagaimana sulitnya menghadapi tatapan mata orang-orang yang tak hentinya menatapku saat aku keluar rumah, layaknya barang najis yang berkeliaran. Bagaimana sulitnya menghadapi segala keadaan dunia yang sekarang ‘Benar-Benar Berbeda’.

Keadaan itu telah berhasil merubah drastis segala keceriaan yang selalu muncul dalam raut wajahku. Keadaan itu telah berhasil membuatku menjadi sosok yang berbeda. Sosok yang lebih pendiam dan pemalu. Bahkan keluar rumah pun aku tak berani sendirian. Aku tak mampu melihat tatapan-tatapan sinis tetanggaku seorang diri, aku tak mampu mendengarkan cibiran-cibiran mereka, kata-kata sok tau dan berbeda dengan apa yang terjadi sebenarnya.

Tak hanya tetanggaku, bahkan kerabat-kerabat dekatku seakan memusuhi aku dan ibuku. Mereka terkesan menyingkirkan kami, mereka terkesan tidak mau mengakui kami sebagai anggota dari keluarga besar mereka. Mereka beranggapan bahwa kami telah merusak nama baik keluarga yang selama ini dipandang sebagai keluarga yang disegani di daerahku. Kembali lagi ingin ku teriakkan keras-keras di hadapan mereka “Apa ini salah kami? Takdir sudah menentukan jalan hidup kami seperti ini, kami tidak bisa menolaknya!”

Selang beberapa bulan kemudian, kakekku meninggal dunia. Para kerabatku kembali menyalahkan kami, terutama ibuku. Mereka berpikiran bahwa kakekku meninggal gara-gara terlalu memikirkan segala kekacauan yang terjadi di keluargaku. Padahal sebenarnya, kakekku sudah lama sakit-sakitan dan dirawat di rumah sakit. Mungkin meninggalnya kakekku karena sudah waktunya aja. Faktor usia utamanya. Tapi kerabat-kerabatku seolah tak menyadari hal itu dan tetap menyalahkan kami.

Kalian tau? Betapa beratnya beban yang kupikul saat itu, saat usiaku masih begitu kecil, saat anak-anak lain begitu ceria dengan mainannnya, begitu asyik dengan hidupnya, tapi aku sudah dilatih untuk berpikir lebih dewasa dan menerima segala hal dengan apa adanya. Aku dilatih untuk tidak protes akan segala hal yang berbeda dalam hidupku, hal yang jauh berbeda dengan anak-anak lainnya seusiaku.

“Anak ayah yang cuma satu-satunya ini anak yang pintar, anak yang nggak cengeng, anak yang baik yang mau menerima segala hal dengan pemikiran yang baik pula. Jadi, kamu harus pintar hadapin segala masalah yang mampir di hidup kamu, selesai-in semuanya dengan penuh tanggung jawab, gak boleh gampang nangis yaa..” , ucap ayahku seraya mencium keningku.

Ingin sekali ku teteskan air mataku saat ayah mengungkapkan hal itu. Tapi apalah dayaku? Aku hanya bisa menahannya, paling nggak aku gak boleh nangis dihadapannya. Aku emang terbiasa menangis dan meluapkan segala kekesalanku di tempat yang sepi, jauh dari keramaian. Aku nggak mau ada orang lain yang melihatku menangis. Mereka cukup tau aku sebagai bocah kecil yang kuat, yang tegar dan nggak cengeng. Bagaimana pun juga aku nggak mau ngerubah image ku di mata mereka.

***
Hal yang paling membuatku kecewa dan akan tetap kuingat sepanjang hidupku adalah ketidak-adilan wali kelasku saat itu. Beberapa hari sebelum acara pelepasan murid kelas 6 di SD-ku, Kepala Sekolah telah mengumumkan bahwa aku adalah siswa lulusan terbaik tahun itu sekaligus menjadi juara kelas di kelasku. Tapi hal itu sungguh berbeda dengan apa yang kudapatkan saat acara perpisahan berlangsung. Saat tiba waktunya untuk penyerahan penghargaan atas prestasi, namaku tidak disebut di urutan pertama, melainkan di urutan kedua setelah pesaing utamaku. Sontak aku bingung apa yang sebenarnya terjadi, semua wali murid yang hadir pun kebingungan. Mereka biasa mendengar namakulah yang selalu disebut pertama kali dalam hal itu. Iya, aku adalah salah satu anak yang berprestasi di sekolahku. Sebutan sebagai bintang kelas tak pernah lepas dari namaku. Dan hari itu menjadi awal dari kekecewaan mendalamku.

Orang tua dari pesaing utamaku adalah salah satu donatur dalam pembangunan di sekolahku, mereka menuntut agar anak mereka dijadikan menjadi seorang juara pada hari itu. Dan entah apa yang ada di benak wali kelasku. Kembali lagi aku mengingat perkataan ayahku, bahwa aku harus menerima semua dengan apa adanya.

Ingin rasanya kubuktikan pada semua orang bahwa akulah yang seharusnya menerima penghargaan itu. Ketika ada pendaftaran siswa baru untuk masuk ke SMP, aku telah membuktikan bahwa aku lolos seleksi untuk di terima sekolah di Kota. Memang pada saat itu, murid dari Sekolah Dasar di Kabupaten harus terlebih dahulu mengikuti test sebelum melanjutkan sekolah mereka di Kota. Aku juga mengikuti test itu bersama pesaingku. Tapi hasil test yang dia dapatkan jauh sekali di bawahku hingga dia tak bisa meneruskan sekolah di Kota, dia hanya bisa meneruskan sekolah di Kabupaten.

Kata Budheku yang merupakan salah satu guru di SD-ku, ketika mendengar kabar bahwa aku diterima di salah satu sekolah di Kota, guru-guru yang lain seolah menyindir wali kelasku yang dulu.

“Tuh kan, udah terbukti sekarang, siapa yang berhak jadi juara yang sebenarnya. Kejujuran itu lebih berarti dan akan mengalahkan segalanya”, begitu katanya.

Ada rasa senang dan bangga dalam diri ini ketika berhasil memastikan diri menjadi salah satu siswa di SMP itu. Tapi ada pula rasa terbebani, terbebani untuk jadi lebih baik dari yang sebelumnya.

Hal ini terus terulang ketika aku diterima di salah satu SMK ternama di Kota-ku, guru-guru SD-ku begitu bangga akan prestasiku. Sementara pesaing utamaku itu hanya mampu diterima di sekolah swasta.

Semua kejadian, semua masalah, semua hal-hal yang menurutku begitu berat perlahan telah berhasil kulalui sedikit demi sedikit. Ketika aku duduk di bangku kelas 2 SMP, ada salah satu temanku yang punya nasib sama denganku berkata,

“Semua masalah telah berhasil membuatku menjadi anak yang gak tau mana yang benar dan mana yang salah, semua begitu berat buat aku lewati. Abangku udah terpengaruh minum-minuman keras, badannya sekarang menjadi penuh dengan tatto, sekarang dia memang benar-benar terpengaruh pergaulan bebas, apa aku nanti juga akan jadi seperti dia?”

Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutnya. Dan sontak aku pun menjawab pertanyaan itu.

“Semua tergantung dari dirimu sendiri. Kamu anak yang pintar, harusnya kamu tau mana yang baik dan mana yang gak baik buat hidup kamu. Kalau menurutku kamu gak usah ikut-ikutan abangmu, kamu gak usah lakuin itu sebagai bentuk protesmu kepada kedua orang tuamu. Kamu harusnya mampu menunjukkan kepada mereka kalau kamu masih tetap bisa berprestasi.”

“Iya kalau kamu, tapi aku? Kayaknya suatu hari nanti aku juga akan jadi kayak abangku deh.”

Banyak anak Broken Home di dunia ini yang terlibat pergaulan bebas setelah ia diterpa banyak masalah. Tapi aku sama sekali tak mau mencoba hal itu. Bagiku, menjadi seseorang yang jauh lebih baik dari orang tuaku sebelumnya adalah hal yang harus aku lakukan. Menjaga nama baik keluarga dan menjaga nama baik diri sendiri.

***
Seiring dengan bertambahnya umurku, seiring itu juga aku dapat memahami apa yang harus selalu kita lakukan di dunia ini. –Optimis- optimis kalau kita bisa, pasti bisa dan harus bisa. Tak seharusnya kita menjadikan semua masalah sebagai pengganjal kehidupan baru kita. Kita harusnya menjadikan masalah itu sebagai batu loncatan agar kita bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Tentunya dengan belajar menghadapi masalah, bukan menghindari masalah.

Saat ini, ibuku sudah menikah lagi. Kerabat-kerabatku pun sudah kembali menjadi kerabat-kerabat yang baik. Aku tak menjadi anak tunggal lagi di rumahku. Suami ibuku memiliki seorang putri dan seorang putra. Aku punya saudara sekarang, aku punya kakak. Kami semua masing-masing cuma beda satu tahun. Aku begitu dekat dengan kakak laki-laki itu. Rasanya kami seperti saudara kandung. Sekarang aku benar-benar merasakan bahwa kata-kata “Semua pasti indah pada waktunya” telah terjadi dalam hidupku. Semoga semuanya akan tetap indah seperti sekarang ini. Tanpa ada pertengkaran lagi yang membuat air mataku menetes.

|T|H|A|N|K|’S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|


Cerpen lainnya karya Chikita bisa dilihat dalam Cerpen "Cintaku Di Provinsi Sebelah".
Read More..

Macam Macam Jomblo Menurut Gen

Jomblo, jelas bukan penyakit turunan. Bukan juga kutukan. Jomblo hanyalah sebuah keadaan di mana kita kehilangan satu kesempatan untuk bersama orang yang kita sayang..! Wuih... prolognya mantep pisan euy..! Peduli amat benar apa engga nya Karena saya tidak akan membahas mengenai definisi apa itu jomblo? Yang akan saya bahas dalam postingan kali ini adalah macam -macam jomblo dilihat dari berbagai aspek.

Nah, buat sobat remaja maupun sobat yang sudah tidak lagi remaja tapi masih berjiwa remaja, yang kebetulan sekarang sedang jomblo. Atau memang dari dulu kala sudah nge-jomblo, artikel ini menjadi bacaan yang tidak perlu dibaca Tapi kalau masih nekad pengen baca, ya Tai kucing bulat-bulat - apa boleh buat? Silahkan saja. Resiko tanggung sendiri. Apa pun yang bakal terjadi setelah anda membaca artikel ini di luar tanggung jawab saya sebagai penulis dan pemilik blog.
Nah, sekian dari saya. Eh maksudnya sampai di sini dulu basa-basinya. Sekarang mari kita sama-sama cejidot macam-macam jomblo menurut Gen.

Macam-macam Jomblo Berdasarkan Kualitasnya
a. High quality Jomblo
Status jomblo mereka dapat bukan karena tidak bisa dapat pacar. Juga bukan karena tidak ada orang yang mau jadi pacarnya. Malah bisa dibilang ngantri orang-orang yang ingin jadi pacarnya. Semata-mata faktor idealisme dan prinsip yang membuat mereka masih sendiri.

ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
- suka jual mahal dan agak-agak jaim
- punya standardisasi yang cukup tinggi dalam mencari pasangan
- good looking dan memiliki attitude yang baik
- Kebanyakan dari mereka terlalu fokus pada dua hal "study dan kerjaan". Inilah yg membuat mereka vakum dalam dunia percintaan

b. Low quality Jomblo
Yang termasuk ke dalam jomblo kualitas rendah adalah mereka yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Jangankan jual mahal, sampai diobral pun gak laku-laku.
- tidak memiliki standardisasi atau kriteria tertentu dalam mencari pasangan. Satu-satunya pegangan mereka adalah 3b (bernafas, berlubang, dan tak berkuman). Itu pun ga dapet-dapet..... Sungguh terlalu..!
- penolakan adalah makanan sehari-hari bagi mereka.
- memiliki tampang minus, ga ngerti fashion, plus jarang mandi adalah jawaban kenapa tampang mereka terlihat amburadul.

c. Mid quality Jomblo
Mid quality jomblo atau jomblo kualitas sedang (bisa juga disebut jomblo pertengahan) adalah status jomblo kebanyakan.

Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
- Harga jual variatif. Berkisar antara 10.000 sampai 15.000 rupiah per kilo gram. Tergantung besar kecilnya. Halah... ini ngomongin orang jomblo apa bawang merah..?????
- Standar kurang jelas. Meski begitu mereka tidak sembarangan dalam mencari pasangan. tidak seperti mereka pada level low quality jomblo
- Tampangnya pas-pasan. duitnya juga pas-pasan. Pokoknya serba pas-pasan.

Macam-macam Jomblo Berdasarkan Penyebabnya
a. jomblo karena putus cinta
Ada dua tipe jomblo yang masuk kriteria di sini. Jomblo karena mutusin pacar dan jomblo karena diputusin pacar. Keduanya sama. Sama-sama tidak lagi punya pacar alias jomblo. Dan akan menyandang predikat ini sampai meeka menemukan pacar baru.

b. Jomblo karena terlalu pemilih
c. Jomblo karena ga laku laku (jadi inget temen chating di Nimbuzz, nickname nya "likalikulakilakitaklakulaku"
d. Jomblo karena trauma
e. Jomblo karena terlalu setiap sama mantan pacarnya yang dulu
f. jomblo karena dilarang pacaran sama mama

Penjelasan mengenai macam-macam jomblo berdasarkan penyebabnya akan dilanjutkan pada artikel selanjutnya. Makanya terus tongkrongin blog ini (gen22.blogspot.com) biar ga ketinggalan artikel-artikel terbaru.

Oke...! Selamat nge - jomblo.
Read More..

Saturday, December 7, 2013

Puisi Yanti Susanti

Kumpulan Puisi Yanti susanti ini begitu romantis dan menyentuh, seperti puisi cinta karya Mariana Lumban Batu kemarin. Ini menurut saya loh. Karena setiap orang memiliki interpretasi yang berbeda pada sebuah puisi.

Bagaimana Kabarmu?


Akhirnya kita bertemu kembali disini
Di tempat pertama kali kita bertemu
Dan aku yakin
Kau pasti masih ingat
Saat aku memanggil namamu
Dan kau melempar senyum kepadaku
Bagaimana kabarmu?
Binar matamu masih memantulkan rindu
Yang dulu sering terpancar saat kita kembali bertemu
Dan kita bermain diantara bintang – bintang yang bermekaran
Katamu, bintang – bintang itu kau petik satu persatu untukku
Sebagai tanda kasih yang tertambat di cakrawala
Ketika matahari mulai mencium air laut
Masihkah kau ingin petik bintang – bintang itu untukku
Sementara desah nafasmu telah ditentukan oleh warna langit
Bagaimana kabarmu?
Perlukah kita buka lembaran baru yang telah lama hilang?




SAJAK SEMBILAN BELAS OKTOBER


ingatkah kau,
kita pernah berteduh disana
disebuah ruangan yang atapnya sudah mulai rapuh
dan kita bersenda gurau
mengalahkan hawa dingin yang terus berlalu lalang
hinggap tanpa ijin di kulitmu dan kulitku
ku sentuh rajut demi rajut benang di jas birumu
dan tak kutemukan warna yang lain
bila waktu mengijinkan,
masihkan kau mau bercerita padakau
tentang hari kemarin
ketika kau pergi, jas birumu masih melekat ditubuhku
agar aku bisa kembali ke masa sembilan belas oktober denganmu




KEKASIHKU


hari ini izinkan aku mengunjungimu
untuk mengaguni tampan wajahmu
yang sudah lama tak pernah aku lihat
dan aku berjanji
tidak untuk singgah dalam mimpi malammu
tapi hari ini maafkan aku
karena tidak membawa jas biru
yang dulu sering kau pakai
bukan karena aku lupa
tapi biru warnanya sudah ada dalam hatimu
kekasihku, kau masih seperti dulu
menghilang tanpa arah
dan datang sesuka hati
kalau aku boleh bertanya
masihkah kau menyimpan buku cerita
yang dulu sering kita baca bersama
meski ceritanya belum lagi usai
dan ketika hari ini aku mengunjungimu
aku semakin tak mengenalmu
seseorang yang dulu pernah singgah
mengisi ruang hatiku

Kumpulan Puisi >> Puisi Persahabatan >> Puisi Patah Hati >> Puisi Romantis >> Puisi Rindu >> Puisi Sahabat >> Puisi Ibu >> Puisi Lucu >> Puisi Sakit Hati >> Puisi Perpisahan >> Puisi Putus Cinta >> Puisi Sedih >> Puisi Bahasa Inggris >> Puisi Sunda >> Puisi Cinta Kahlil Gibran >> Puisi Harapan >> Puisi Kehidupan >> Puisi Kangen >> Puisi Humor >> Puisi Gombal >> Puisi Jatuh Cinta >> Puisi Hujan
Read More..

Merubah Posisi Sidebar Main Pada Template Blogger

InsyaAllah kali ini saya ingin berbagi trik mudah bahkan sangat sederhana, yang saya temukan hasil dari otak-atik CSS saat mencoba mendesain template baru. Yaitu cara merubah posisi sidebar dan main (kolom utama tempat postingan) pada template blogger, sebagai contoh tampilan elemen halaman template default minima seperti image berikut:

Merubah Posisi Sidebar Dan Main Pada Template Blogger

Dari gambar diatas kita bisa melihat posisi sidebar berada disebelah kanan, sedangkan kolom utama disebelah kiri. Untuk merubah posisi sidebar dan main menjadi sebaliknya seperti gambar dibawah ini, mudah saja silahkan ikuti tutorial berikut:

Merubah Posisi Sidebar Dan Main Pada Template Blogger

1. Setelah sig in pada account blogger sobat>>> pada dasbor>>> Klik Tata Letak>>> Edit HTML

2. Cari kode berikut:

#main-wrapper {
  width: 410px;
  float: $startSide;
  word-wrap: break-word; /* fix for long text breaking sidebar float in IE */
  overflow: hidden;     /* fix for long non-text content breaking IE sidebar float */
  }

#sidebar-wrapper {
  width: 220px;
  float: $endSide;
  word-wrap: break-word; /* fix for long text breaking sidebar float in IE */
  overflow: hidden;      /* fix for long non-text content breaking IE sidebar float */
}

3. Yang perlu diperhatikan hanya tulisan yang berwarna merah, silahkan ganti dengan kode berikut:

#main-wrapper {
  width: 410px;
  float: right;
  word-wrap: break-word; /* fix for long text breaking sidebar float in IE */
  overflow: hidden;     /* fix for long non-text content breaking IE sidebar float */
  }

#sidebar-wrapper {
  width: 220px;
  float: left;
  word-wrap: break-word; /* fix for long text breaking sidebar float in IE */
  overflow: hidden;      /* fix for long non-text content breaking IE sidebar float */
}

4. Simpan template. Silahkan lihat hasilnya pada bagian elemen halaman.

InsyaAllah postingan berikutnya saya akan mengetengahkan trik CSS dan HTML lainnya, yaitu cara menambahkan 4 kolom/ elemen halaman baru diatas footer.

Read More..

Friday, December 6, 2013

Syiah Sesat Ini Kata Ustadz Kampung Bagian V

Tak kenal maka tak sayang. Barangkali pepatah itu sangat cocok diterapkan pada kita ketika dihadapkan dengan Syiah. Akibat ketidakkenalan (ketidaktahuan) kita terhadap Syiah telah menumbuhkan prasangka buruk yang beurujung kebencian. Kita menuding ini dan itu pada mereka, padahal kita tidak tahu apakah tudingan-tudingan tersebut benar atau tidak. Bahkan dengan mudahnya kita mengkafirkan mereka tanpa ada bukti yang kuat bahwa mereka benar-benar kafir. Seakan kita lupa pada sabda Nabi yang melarang kita mengkafirkan orang lain karena tuduhan kafir itu bisa berbalik kepada kita sendiri jika tuduhan tersebut tidak benar.

Tak kenal maka tak sayang. Namun sayangnya kita sering sudah merasa kenal padahal baru melihat punggungnya. Kita sudah merasa kenal padahal belum melihat mata, alis, hidung, mulut, dada, perut dan kakinya. Kita sudah merasa kenal padahal sama sekali belum pernah berkenalan dengannya. Lebih parah lagi, kita sudah merasa kenal padahal hanya tahu dari orang-orang yang membencinya.

Dari dialog-dialog ini, juga dialog-dialog sebelumnya, mudah-mudahan bisa dijadikan sebagai langkah awal untuk lebih mengenal saudara-saudara kita, penganut Syiah. Siapa tahu nantinya bisa membuat kita saling menyayangi karena sudah sama-sama mengenali satu sama lain. Amiin...

Saya : Ada lagi nih, ustadz. Bagaimana tanggapan ustadz mengenai 12 Imam, apakah di Sunni juga ada keharusan meyakini 12 Imam ini?

Ustadz : Ada. Bahkan hampir semua kita-kitab hadits memuat masalah 12 Imam ini, baik Shahih Buhkari-Muslim, Sunan Turmudzi, Sunan Abu Dawud, Musnad Ahmad, dll. Hanya saja kalangan Sunni berbeda pendapat ketika menyebutkan siapa saja yang termasuk kedalam 12 Imam ini. Bahkan ada beberapa ulama yang memasukkan nama Muawiyah dan Yazid kedalamnya. Padahal kita tahu bagaimana sepak terjang bapak dan anak ini. Dan hal ini pun dipertanyakan oleh ulama lain.
Berbeda dengan Syiah. Di kalangan Syiah, masalah 12 Imam ini sangat jelas karena semuanya berasal dari keturunan ahlul bait, yang dimulai dari Ali, Hasan, Husain, hingga Imam Mahdi. Meskipun ada sedikit perbedaan dalam penyebutan nama-nama Imam antara aliran Itsna Asyariyah, Zaidiyah dan Ismailiyah, namun semuanya masih berasal dari keturunan ahlul bait.

Saya : Ooo... begitu toh? Menurut ustadz sendiri siapa saja yang termasuk kedalam 12 Imam itu?

Ustadz : Wah... bingung juga harus menjawabnya bagaimana karena para ulama Sunni sendiri masih berselisih faham hingga sekarang, akibatnya permasalahan ini menguap begitu saja tanpa kejelasan. Tapi kalaupun harus memilih, saya lebih cenderung memilih pendapat ulama yang tidak mencantumkan Muawiyah dan Yazid, mengingat perbuatannya terhadap cucu-cucu Nabi. Namun sayangnya, yang tidak mencantumkan Muawiyah dan Yazid itupun tidak jelas mengenai nama-nama Imamnya, kecuali nama-nama Khulafah Ar-Rasyidin. Jadi untuk masalah ini, saya sendiri masih bingung, belum menemukan jawaban yang memuaskan.

Saya : Lho, kok begitu ustadz? Bukankah ada hadits yang mengatakan bahwa kita harus mengenal Imam zamannya supaya mati kita tidak dalam keadaan jahiliyah?

Ustadz : Hadits mengenai hal itu banyak dan dianggap shahih oleh semua madzhab. Hanya saja penafsiran terhadap hadits-hadits itu masih berbeda-beda. Jadi buat saya, terserah masing-masing pribadi saja, mau mengikuti pendapat ulama yang mana. Toh, kalaupun mengikuti pendapat ulama Syiah juga kan gak salah.

Saya : Ooo... begitu. Jadi bingung juga nih. Tapi ustadz, bukankah tidak boleh mencampurkan pendapat beberapa madzhab?

Ustadz : Setahu saya, boleh-boleh saja. Yang tidak boleh itu mencampurkan madzhab atau talfiq dalam masalah fiqih. Itupun hanya untuk satu masalah fiqih yang sama. Kalau masalahnya berbeda, boleh-boleh saja.

Saya : Masih bingung nih. Maksud masalah fiqih yang sama itu bagaimana, ustadz?

Ustadz : Misalnya dalam masalah batal wudhu. Ketika bersentuhan dengan perempuan, kamu menggunakan madzhab Hanafi tapi ketika berdarah kamu menggunakan madzhab Syafii, agar wudhu kamu tidak batal. Nah, menurut ulama ahli fiqih, talfiq seperti inilah yang tidak dibolehkan karena hanya memilih pendapat yang enak dan ringan saja. Soalnya menurut madzhab Hanafi, mengeluarkan darah itu bisa membatalkan wudhu, sedangkan bersentuhan dengan perempuan tidak. Sebaliknya, menurut madzhab Syafii, bersentuhan dengan perempuan bisa membatalkan wudhu, sedangkan mengeluarkan darah tidak membatalkan.

Saya : Ooo... begitu. Kembali ke masalah Syiah lagi. Bagaimana tanggapan ustadz terhadap buku "Mengapa Saya Keluar Dari Syiah"?

Ustadz : Ooo... buku yang itu, yang isinya menjelek-jelekan Syiah bukan? Belum membaca pun saya sudah langsung tidak percaya.

Saya : Lho, kok gitu ustadz? Bagaimana bisa langsung tidak percaya, kan ustadz belum membacanya?

Ustadz : Ya... karena pengalaman saja. Dulu sewaktu masih SMP, semua santri diberi tiga buah buku bacaan, bantuan dari Arab Saudi. Konon buku-buku itu pun dibagikan juga kepada santri-santri di pesantren-pesantren lain. Semua buku itu isinya menjelek-jelekan Syiah. Salah satu yang saya ingat adalah buku karangan Muhammad Abdul Sattar. Dalam buku itu ada ayat-ayat Al-Quran yang dipelintir, salah satunya ayat 159 dari surat Al-An’aam yang diterjemahkan begini: "Dan orang-orang yang mencerai-beraikan agama mereka adalah orang-orang sesat dan tergelincir (Syiah), kamu tidaklah sama dengan mereka itu". (QS, 6:159)
Ini kan mengada-ngada. Masa kalimat "wakaanu syiyaa-an" diartikan dengan "adalah orang-orang sesat dan tergelincir (Syiah)" padahal arti sebenarnya "dan mereka menjadi beberapa golongan". Apa karena kata "syiyaa-an" mirip dengan kata "Syiah" sehingga mereka mau membodohi umat?
Begitupun kalimat "lasta minhum fi syayii", diartikan menjadi "kamu tidaklah sama dengan mereka itu", padahal seharusnya diartikan "tidaklah ada tanggung jawabmu terhadap mereka sedikitpun".
Benar-benar fitnah keji. Padahal tanpa ngerti Bahasa Arab pun, kita akan tahu bahwa terjemahan tersebut ngawur, soalnya Al-Quran kan diturunkan pada saat Nabi masih hidup sedangkan Syiah ada setelah Nabi wafat. Jadi mana mungkin ayat tersebut menunjuk kepada Syiah?
Firman Allah saja sudah berani diputarbalikkan, apalagi yang lainnya. Dari situlah saya tidak percaya lagi dengan buku-buku fitnah seperti itu. Tapi kalau kamu penasaran, baca saja tanggapan terhadap buku tersebut dari seorang dosen IAIN Medan. Disitu dibongkar habis kebohongan-kebohongan buku tersebut, termasuk kebohongan penulisnya.

Saya : Ooo... begitu toh? Insya Allah nanti saya cari.
Saya masih penasaran dengan Al-Qur’an Syiah, ustadz. Katanya Al-Quran-nya berbeda dengan Al-Quran kita. Apa benar begitu, ustadz?

Ustadz : Nah... kalau yang ini bener. Al-Quran-nya memang beda. Al-Qur’an Syiah dicetak di Iran, Al-Qur’an kita dicetak di Indonesia. Selain itu, kata orang yang pernah membeli Al-Qur’an di Iran, Al-Qur’an Syiah itu lebih bagus, baik dari segi kualitas kertas maupun ornamen-ornamen yang membingkainya. Sedangkan Al-Qur’an kita kan banyak yang dicetak dengan kertas buram dan sampulnya hanya karton murahan. Beda sekali kan? Hehehe...

Saya : Ah, ustadz mah suka bercanda. Maksud saya isinya ustadz... Apa betul isi Al-Qur’an Syiah berbeda dengan isi Al-Qur’an kita karena dari informasi yang saya dengar, isinya berbeda.

Ustadz : Yang ngomong begitu pasti tidak pernah membaca Al-Qur’an. Atau kalaupun membacanya tapi kafir terhadap isinya.

Saya : Maksud ustadz?

Ustadz : Ya... kalau ada yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu beda, itu sama saja dengan menganggap bahwa Allah itu penipu dan ingkar janji. Jika menganggap Allah seperti itu berarti ia telah kafir. Naudzubillahi min dzalik.

Saya : Aduh... makin bingung nih ustadz...

Ustadz : Coba kamu baca surat Al-Hijr ayat 9. Disitu kan Allah berfirman: "Sesungguhnya kami yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an) maka kami pulalah yang akan menjaganya". Itu janji Allah. Maka pasti Allah pun tidak akan tinggal diam dan membiarkan terjadinya perbedaan isi Al-Qur’an, sekalipun hanya satu huruf. Bisa dibayangkan jika Al-Qur’an Syiah itu berbeda dengan Al-Qur’an Sunni, pastilah seluruh umat Islam di dunia akan memprotes hal itu. Bahkan negara-negara Islam pun pasti tidak akan tinggal diam. Jadi jelas berita ini hanya omong kosong dan fitnah.

Saya : Tapi katanya Syiah itu memiliki mushaf Fatimah yang ayatnya lebih banyak dari ayat Al-Qur’an pada umumnya, bagaimana menurut ustadz?

Ustadz : Baru katanya kan? Lucunya, yang ngomong tentang mushaf Fatimah itupun baru katanya dari orang lain, dan orang lain itupun baru katanya dari orang lain yang lain. Terus saja begitu, tapi tak ada satu orang pun yang bisa menunjukkan bukti bahwa mushaf Fatimah itu benar-benar ada dan digunakan oleh orang-orang Syiah sebagai Al-Qur’an mereka. Malah dari informasi yang saya dengar, mushaf Fatimah itu hanya kumpulan hadits, bukan Qur’an. Tapi apa pun itu, saya hanya percaya pada janji Allah dalam surat Al-Hijr ayat 9 tadi.

Saya : Satu lagi ustadz. Bagaimana tanggapan ustadz mengenai buku Al-Kafi, yang konon di dalamnya terdapat pernyataan yang mengkafirkan Abu Bakar dan Umar, dan menghina Siti Aisyah?

Ustadz : Astagfirullah... kenapa sih orang-orang ini begitu membenci Syiah? Baru satu dua buku yang "nyeleneh" saja hebohnya minta ampun, padahal ada ratusan bahkan ribuah buku karya para ulama dan intelektual Syiah yang lebih bermanfaat yang bisa kita gali. Kenapa tidak mengkaji konsep raushan fikr-nya Ali Syariati, filsafat perenialnya Hosen Nasr, filsafat ilmunya Baqir Shadr, filsafat dan sosiologinya Murthada Muthahari, Wilayah Al-Faqih-nya Iran, kemandirin IPTEK-nya Iran, atau Konstitusi Iran menyangkut masalah perempuan, dll.? Itu kan lebih bermanfaat daripada sekedar mencari-cari kesalahan Syiah dari buku-buku jadul yang ditulis ratusan tahun lalu? Sikap-sikap seperti inilah yang membuat bangsa kita susah untuk maju, kalah jauh dari Iran yang mayoritas penduduknya Syiah.
Kalau mengenai pendapat-pendapat "nyeleneh" atau hadits-hadits "aneh" di Sunni pun banyak. Tapi, apa orang-orang Syiah menghina dan mengkafirkan kita karena adanya pendapat-pendapat dan hadits-hadits aneh itu? Saya kira mereka tidak pernah ambil pusing. Kita saja yang selalu sibuk mengurusi mereka seolah-olah kita-lah yang pasti masuk syurga.
Nilai ijazah saja dapet nyontek, kerja pun dapet nyogok, sudah merasa paling benar. Kapan majunya bangsa ini?

Saya : Ah, ustadz mah suka nyindir, hehehe... Saya cuma pingin tahu saja tanggapan ustadz, karena biasanya ustadz suka memiliki pandangan yang berbeda dan lebih terbuka.

Ustadz : Terus terang saya belum tahu isi kitab Al-Kafi karya Al-Kulaini itu makanya tidak tahu juga apakah benar ada pernyataan seperti itu atau tidak. Tapi kalaupun benar, saya akan balik bertanya, bagaimana pendapat kamu tentang orang yang mengingkari firman Allah dan melanggar perintah Nabi?

Saya : Tentunya orang tersebut sudah kafir, ustadz.

Ustadz : Nah, kalau begitu, apa salahnya jika memang ada pernyataan Al-Kulaini yang mengkafirkan Abu Bakar dan Umar?

Saya : Maksud ustadz?

Ustadz : Jika mengacu pada pidato Ghadir Khum, Al-Maidah ayat 55, dan perintah Nabi kepada pasukan Usamah supaya tidak kembali ke Madidah sebelum perang usai, seperti yang sudah saya ceritakan kemarin, jelas Abu Bakar, Umar, Utsman dan shahabat lainnya telah melanggar perintah Allah dan RasulNya. Karena itulah, barangkali, Al-Kulaini mengkafirkan Abu Bakar dan Umar. Jika melihat dari sudut pandang ini, pernyataan atau pendapat Al-Kulaini itu tidak bisa dikatakan salah. Kita saja yang menganggapnya salah karena melihatnya dari sudut pandang berbeda.
Dan mengenai Siti Aisyah, kita tahu bagaimana peran beliau dalam Perang Jamal. Jadi wajar saja jika Al-Kulaini tidak menyukai beliau. Selain itu Al-Kulaini kan ahli hadits, mungkin saja beliau menemukan hadits-hadits yang menghina Aisyah. Dalam Shahih Bukhari-Muslim juga ada hadits seperti itu, yang menyebutkan bahwa Rasulullah menunjuk rumah Aisyah, kemudian beliau mengatakan, "Di situlah fitnah! (diulang 3 kali) dimana tanduk syetan akan muncul". Nah, apakah hadits seperti ini bukan suatu penghinaan? Jika kita memandangnya dari posisi Siti Aisyah sebagai istri Nabi dan ummul muminun, jelas hadits ini merupakan penghinaan. Tapi jika dilihat dari sisi kenabian, justru hadits ini menunjukkan mukjizat kenabian, dimana beliau mampu menerawang kejadian di masa depan dan sudah mengetahui akan terjadinya fitnatulkubro yang ditimbukan oleh ulah Siti Aisyah.
Jadi, untuk menyikapi hal-hal seperti ini, kita harus melihatnya dari berbagai aspek sehingga bisa bersikap bijak dalam menanggapinya.

Saya : Iya, ustadz... Yang jadi masalah, mungkin karena dijadikan rujukan oleh orang-orang Syiah sehingga dikhawatirkan mereka pun jadi ikut-ikutan mengkafirkan?

Ustadz : Apa semua orang Syiah akan sebodoh itu dan mau menerima begitu saja semua pendapat Al-Kulaini, yang hidup ratusan tahun lalu? Saya kira tidak. Kita juga tidak ikut-ikutan menghina dan mengkafirkan Ibnu Sina dan Al-Farabi seperti Al-Ghazali mengkafirkan mereka, padahal karya-karya Al-Ghazali kita baca dan dijadikan rujukan.

Saya : Terakhir, ustadz. Bagaimana tanggapan ustadz terhadap tuduhan yang mengatakan bahwa Ahmadinejad turunan Yahudi?

Ustadz : Wah, bagus itu. Berarti masih keturunan Nabi Yakub. Pantas saja beliau juhud dan shaleh. Nabi Musa, Nabi Daud dan Nabi Isa juga keturunan Yahudi kok. Bahkan hasil penelitian genetik baru-baru ini, ternyata dr. OZ juga masih keturunan Yahudi. Terus, apanya yang salah kalau Ahmadinejad turunan Yahudi? Saya juga masih keturunan penganut animisme kok, karena kalau dilihat dari silsilah keluarga masih ada darah Pajajaran. Tapi gak jadi masalah kan? Konyol saja kalau orang masih ngeributin masalah beginian.

Saya : Mungkin selain keturunan Yahudi tapi juga dulunya beragama Yahudi, ustadz...

Ustadz : Itu sih ngarang... Tapi kalaupun benar, apa salahnya kalau beliau mu’alaf? Kita saja bangga dengan Cat Stevens, Leopold Weiss, Roger Garaudy, dan mu’alaf-mu’alaf lainnya yang berprestasi.
Heran saya, para pembenci Syiah ini paranoidnya minta ampun, sampai-sampai masalah yang beginian saja dibikin heboh.
Sudahlah kita tidak perlu mencari-cari kejelekan orang lain, apalagi sampai mengkafirkan segala. Ingat sabda Nabi: "seseorang yang menuduh orang lain kafir maka kekafiran itu akan kembali kepada dirinya jika ternyata tuduhannya itu tidak benar".
Masih banyak PR yang harus kita kerjakan. Perbaiki saja diri sendiri dan keluarga. Jangan ngurusin keyakinan orang lain. Apa kita yakin bahwa kita sudah benar dan dijamin masuk syurga? Ingat saja firman Allah dalam surat Al-Hujarat ayat 11: "Janganlah suatu kaum menghina kaum yang lain karena boleh jadi yang dihina itu lebih baik daripada yang menghina".
Musuh kita sebenarnya bukanlah Syiah, Kristen, Budha, Hindu, Konghuchu, atau Yahudi. Musuh kita itu Zionis, titik!

Saya : Mungkin fitnah-fitnah ini juga ulahnya Zionis dan sekutunya, ustadz, untuk memecah-belah umat Islam.

Ustadz : Ya... siapa lagi kalau bukan ulah mereka? Kita tahu bagaimana sikap keras Iran dan Suriah terhadap Zionisme Israel. Tentu saja hal ini membuat mereka tidak nyenyak tidur. Karena itulah mereka membuat fitnah-fitnah terhadap Syiah agar umat Islam Sunni, yang merupakan mayoritas di dunia, terprovokasi dan akhirnya menyerang Syiah yang terkonsentrasi di Iran, Irak dan Suriah. Jika ini terwujud maka mereka tidak perlu repot-repot untuk menyerang Iran dan Suriah, cukup menjadi penonton saja karena umat Islam sendiri yang nantinya akan saling bunuh satu sama lain. Dan jika kedua negara ini hancur maka akan amanlah negara Zionis Israel. Selain itu mereka pun akhirnya dapat mengatur perekonomian dunia seenaknya karena Selat Hormuz, sebagai jalur distribusi migas dunia yang selama ini di bawah kendali Iran, akhirnya bisa mereka kuasai. Begitupun dengan Suriah, yang merupakan titik simpul Jalur Sutra, bisa mereka kendalikan.
Gak jauh beda dengan ketika mereka mengobok-obok Afghanistan. Tahunya disana ada tambang bernilai USD 1 triliun.
Yang paling enak? Siapa lagi kalau bukan sekutu-sekutu mereka yang ada di kawasan Timur Tengah.
Hebat kan strateginya? Kita saja yang terlalu bodoh untuk membaca peta masalah sehingga tidak bisa melihat agenda tersembunyi di balik fitnah-fitnah tersebut.
Naudzubillah... Semoga saja hal itu tidak terjadi dan umat Islam sadar sehingga tidak turut serta dalam permainan mereka. Amin...

Saya : Amin... Tapi ustadz, katannya justru Iran yang menjadi sekutunya Amerika dan Zionis Israel, terbukti bahwa mereka hanya sesumbar saja mau saling menyerang tapi tidak terbukti sampai sekarang. Bagaimana menurut ustadz?

Ustadz : Ya, begitulah kalau orang sudah terkena penyakit summun bukmun umyun (QS, 2:18) pasti susah untuk bisa melihat dan menganalisa. Apalagi jika kebencian sudah mendarah daging, pasti susah untuk bisa menerima kenyataan bahwa Iran-lah musuh terbesar Amerika dan Zionis Israel sejak revolusinya tahun 1977 hingga sekarang. Kalau Iran adalah sekutu mereka, kenapa Iran diembargo puluhan tahun? Kenapa Amerika dan Israel tidak membuka kantor kedutaannya di Iran? Kenapa Iran selalu menjadi sasaran serangan cyber Amerika dan Israel? Kenapa ahli-ahli nuklir Iran dibunuhi Mossad? Kenapa Iran selalu dituding tengah mengembangkan senjata nuklir, sementara Korea Utara yang jelas-jelas sudah menguji-coba senjata nuklir dibiarkan?
Jadi, sudahlah. Biarkan saja orang-orang yang summun bukmun umyun itu, toh dikasih penjelasan secanggih apapun mereka tidak akan pernah bisa mengerti. Maklum "fii quluubihim maradhun fazaadahumullahu maradhaa" (QS, 2:10). Biarkan saja...
Tapi kalau kamu penasaran dan ingin tahu kenapa Iran tidak menyerang Israel, atau sebaliknya, kamu bisa membaca analisa Dina Y. Sulaeman, seorang pakar Hubungan Internasional yang pernah tinggal lama di Iran. Cari saja di internet, pasti ketemu. Untuk masalah Hubungan Internasional seperti ini saya kurang faham.

Saya : Aduh... Terima kasih, ustadz, atas pencerahannya. Sangat bermanfaat sekali. Mudah-mudahan saja umat Islam sadar dan tidak lagi saling hujat atau mengkafirkan satu sama lain, tetapi terus menjaga tali ukhuwah. Amin...

Ustadz : Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamiin...


Wallahu alam...

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS, 49,6)
Bahasan Dialog Seputar Syiah:
  1. Syiah = NU + Imamah, Tradisi Syiah di Indonesia
  2. Taqiyah, Abdullah bin Saba, Saqifah, Khilafah, Umar, Abu Bakar
  3. Utsman, Muawiyah, Aisyah, Thulaqa, Fitnatulkubro, Ahlul Bait
  4. Nikah Mutah, Abu Hurairah, Hadits-hadits Janggal, Shalat Jama
  5. 12 Imam, Talfiq, Al-Quran Syiah, Kitab Al-Kafi, Strategi Zionis

Read More..

Sunday, December 1, 2013

Windows Vista Tombol

Windows Vista


Mengubah Posisi Tombol Primer Secara standar, posisi tombol primer pada mouse berada pada bagian sebelah kiri (posisi di jari telunjuk) dan posisi tombol sekunder berada pada bagian sebelah kanan (posisi di jari tengah). Dengan mengikuti pengaturan berikut ini, Anda dapat mengubah posisi tombol primer dengan tombol sekunder menjadi berkebalikan.


Windows Vista

Pengaturan Status Posisi Tombol Primer Untuk lebih jelasnya, ikuti langkah latihan berikut:

1. Bukalah registry melalui editor Regedit.

2. Masuklah pada alamat kunci berikut:

HKEY_CURRENT_USERControl  PanelMouse

3. Pada subkey Mouse, carilah data dengan tipe data String Value yang bernama SwapMouseButtons.

4. Klik dua kali pada data SwapMouseButtons, lalu ubahlah nilainya menjadi 1 pada bagian Value Data.

Windows Vista
Pemberian nilai posisi tombol primer

5. Dari beberapa langkah diatas, bentuk pengaturan lengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut.




Windows Vista
Hasil pengaturan posisi tombol primer


6. Untuk melihat hasil perubahannya, lakukan Refresh.

7. Jika belum berhasil, Log Off atau Restart komputer terlebih dahulu.

Kita telah mempelajari Mengubah Posisi Tombol Primer, jika Anda ingin melanjutkan pembahasan ini silahkan klik Windows Vista.
Read More..

troubleshooting komputer jaringan wireless


troubleshooting komputer


troubleshooting komputer - jaringan wireless

Dapatkan ebook panduan dasar troubleshooting komputer silahkan lihat ebooknya dan semua materi panduannya dengan mengklik troubleshooting komputer agar sobat bisa mempelajari dan memperbaiki komputer/laptop juga komponen-komponen nya secara mandiri.



Troubleshooting Kartu Jaringan Wireless

Masalah:
Saya memasang kartu jaringan wireless pada suatu perangkat (game console atau video record), tetapi perangkat ini tidak memiliki akses ke jaringan rumah atau internet.
  • Solusi:
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan apakah perangkat ini cocok dengan kartu jaringan, karena ada kemungkinan perangkat tadi memerlukan jembatan wireless. Jembatan ini tampak seperti kartu jaringan wireless tetapi mereka memiliki hardware internal lebih banyak yang memungkinkan perangkat ini bertindak seperti kabel wireless. Perangkat jembatan ini dapat bekerja dengan semua jenis produk yang dilengkapi dengan fitur jaringan, dimana kartu jaringan wireless hanya bekerja dengan produk yang memiliki hardware jaringan terintegrasi untuk mengenali kartu jaringan dan mengatur koneksi jaringan.

Jika perangkat tadi memerlukan sebuah jembatan, Anda harus membelinya, pasang pada router, dan lakukan konfigurasi agar bekerja dengan jaringan. Setelah konfigurasi jembatan selesai, seharusnya dapat bekerja dengan semua perangkat jaringan, cukup dengan memasangkannya pada port Ethernet.

Andaikata perangkat tersebut dapat bekerja dengan kartu wireless, maka perangkat tersebut memiliki menu penyetingan jaringan yang dapat diakses untuk memasukkan seting jaringan seperti misalnya nama jaringan dan kata sandi. Baca dokumentasi yang menyertai perangkat tersebut untuk mengetahui cara memasukkan data ini, yang harus sesuai dengan pengaturan yang Anda lakukan ketika menyeting dan mengamankan router wireless Anda.

Masalah:
Saya telah me-restart komputer tetapi tetap saja tidak dapat mengakses jaringan atau internet.
  • Solusi:
Kadang-kadang kartu jaringan wireless tidak menyala atau gagal terkoneksi ke jaringan pada usaha pertamanya. Ketika hal ini terjadi, ikon wireless di system tray memiliki tanda X merah di dekatnya, klik kanan ikon dan klik Repair. Jika ini tidak membentuk koneksi, klik kanan ikon dan klik View Available Wireless Networks. Temukan jaringan Anda pada daftar, klik entrinya, dan klik Connect.

Masalah:
Kartu jaringan saya dinyatakan mampu mendukung kecepatan yang lebih cepat dari 802.11g atau 802.11a spesifikasi yang dibolehkan, tetapi saya tidak pernah mencapai kecepatan tinggi ini ketika mentransfer file-file jaringan.
  • Solusi:
802.11g atau 802.11a (dua standar Ethernet wireless kecepatan tinggi paling populer) beroperasi sampa pada 54 Mbps (megabits per second), tetapi sebagian besar produsen menambahkan teknologi percepatan laju pada produk wireless mereka yang membolehkan laju yang lebih cepat. Sayangnya, teknologi ini tidak distandarisasi dan oleh karenanya tidak dapat bekerja dengan produk sejenis dari produsen yang berbeda, jadi setialah dengan produk dari perusahaan yang sama (yang menggunakan teknologi percepatan laju yang sama) dan memperoleh keuntungan dari koneksi yang lebih cepat.

Pembahasan jaringan wireless kita lanjutkan, klik troubleshooting komputer untuk materi selanjutnya
Read More..